Tentang
Totok Jari Nei Gong

Bila di dunia barat kita mengenal metode transfusi darah, maka di timur ada satu teknik penyembuhan yaitu transfusi energi (Qi) dengan metode Totok Jari Nei Gong melalui jalur meridian (jalur energi) pada tubuh manusia.

Pada awalnya, teknik transfusi energi dengan totok jari ini dipopulerkan oleh seorang tokoh dunia persilatan yang bernama Thio Sam Hong (Zhang Shangfeng) yang hidup pada abad XII. Beliau menemukan “Tai Chi” sehingga terkenal dengan nama Tai Chi master. Dari Tai Chi, beliau mengembangkan ilmunya dan salah satu pengembangan ilmu tersebut adalah Tao Yin (Nei Gong). Tao Yin atau Nei Gong ini adalah ilmu totok yang menggunakan energi (Qi).

Pada saat itu ilmu ini lebih banyak digunakan untuk bela diri, contohnya dapat digunakan untuk menotok orang lain supaya tidak dapat bergerak selama kurang lebih 2 jam. Setelah Thio Sam Hong wafat, ilmu ini sempat menghilang selama beberapa saat lamanya, karena banyak yang mengalami kesulitan di dalam mempelajari teknik ini. Untuk mempelajari teknik Nei Gong dibutuhkan seseorang yang masih perjaka/perawan, atau boleh tidak perjaka/perawan apabila ia sudah memiliki “Qi inti”. Selain itu, saat ini juga berkembang pesat ilmu pengobatan akupunktur, akupressur, refleksi, dan pijat kesehatan, yang tidak menuntut adanya “Qi inti”, sehingga akhirnya ilmu Totok Jari Nei Gong semakin langka dan sukar ditemui.
Patung Thio Sam Hong
“Tai Chi Master“
Ilmu Totok Jari Nei Gong ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan akupunktur, akupressur dan refleksi, maupun pijat kesehatan pada umumnya. Pada metode pengobatan-pengobatan tersebut, pengobat hanya memanfaatkan energi yang sudah ada di dalam tubuh seseorang untuk diarahkan menuju organ yang membutuhkannya melalui jalur meridian orang tersebut, tanpa memberikan tambahan “Qi” dari luar.

Permasalahannya, banyak pasien yang tubuhnya sudah kekurangan “Qi” pada saat datang berobat, sehingga hanya sedikit saja energi yang bisa diarahkan ke organ tubuh yang sakit. Akibatnya, banyak pasien yang merasa pengobatan akupunktur, akupressur, dan juga refleksi, memerlukan waktu yang sangat lama untuk sembuh, atau bahkan bila memang energi di tubuh pasien tersebut sudah hampir habis, pasien tidak akan merasa mengalami perbaikan kondisi sama sekali.

Sedangkan pijat kesehatan pada umumnya justru memiliki dampak negatif untuk tubuh pasien dalam jangka panjang karena dapat mengendurkan otot-otot dan juga persendian, sehingga mudah dimasuki oleh uric acid (asam urat), juga bisa membentuk kristal purin. Maka dari itu, pasien yang terlalu sering dipijat memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terkena penyakit Arthritis Gout.
Ilustrasi kaki yang terkena arthritis gout
Dalam konsep pengobatan tradisional Cina, terdapat dua macam energi: Energi “Yin” (tenaga tarik) dan energi “Yang” (tenaga dorong). Energi Yang merupakan energi yang digunakan di dalam bela diri dan bukan dikhususkan untuk pengobatan. Sedangkan, energi Yin yang sudah langka inilah yang ditemukan kembali oleh Sinshe Ho Hartono Wibowo untuk dipergunakan di dalam pengobatan Totok Jari Nei Gong.

Caranya adalah dengan menyalurkan atau mentransfusi energi Yin melalui titik-titik meridian (361 titik) pada tubuh pasien hingga beredar ke seluruh tubuh untuk membantu mengaktifkan kembali Qi pada organ-organ tubuh pasien. Energi ini bisa bertahan selama 3×24 jam di dalam tubuh pasien, sehingga perlu terus ditambahkan sampai sekitar 8-12 kali transfusi Qi. Hal ini dilakukan untuk ‘memancing’ dan memulihkan energi Qi yang ada di dalam diri pasien secara berangsur-angsur agar dapat mengaktifkan organ-organ tubuhnya sendiri ketika kebutuhan energinya sudah terpenuhi. Pada saat pasien mendapatkan transfusi energi Qi, ia dapat langsung merasakan kesegaran di tubuhnya karena seluruh 14 jalur grup meridian telah dibuka dan sudah terbentuk sirkulasi tenaga Qi yang membuat pasien menjadi sehat kembali.
Gambar titik-titik Meridian pada tubuh manusia
Hal lain yang perlu ditekankan adalah pengobatan ini tidak menyebabkan ketergantungan. Setelah Qi pasien normal kembali, pengobatan transfusi Qi bisa dihentikan dan pasien sudah bisa beraktifitas kembali normal seperti biasa. Ibarat accu mobil, bila power hampir habis perlu ditambah/di-recharge, dan ketika sudah normal bisa dipergunakan kembali seperti sedia kala. Bagi pasien yang memang membutuhkan energi yang sangat besar dikarenakan aktifitas kerjanya yang berat dan padat, mungkin juga atlet, serta pasien lanjut usia yang membutuhkan banyak Qi, dianjurkan sebaiknya melakukan maintenance sekali setiap seminggunya, serta diharapkan untuk dapat menindaklanjuti pengobatan ini dengan menjalankan pola hidup sehat.

Metode pengobatan Totok Jari Nei Gong bisa digunakan untuk membantu mengobati berbagai kelemahan tubuh, karena pada dasarnya setiap orang yang sakit pasti membutuhkan penambahan energi untuk mempercepat proses penyembuhannya. Kemudian, keunggulan lain dari pengobatan dengan metode ini adalah tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh pasien, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang.

Ada dua jenis kelemahan tubuh yang paling cocok disehatkan kembali dengan metode pengobatan ini, yaitu “Insomnia” dan “Reumatik”. Insomnia, dapat dialami seseorang karena terlalu banyak Qi yang terjebak dan terkumpul di daerah kepala dan mata, tetapi mengalami kekurangan di tempat yang lain-lain. Dengan metode Totok Jari Nei Gong ini, Qi dapat didistribusikan secara merata ke seluruh tubuh, sehingga pasien dapat tidur dengan nyenyak pada waktu beristirahat. Sedangkan bagi pasien yang menderita reumatik, metode ini dapat membantu melancarkan kembali aliran darah yang tadinya tidak lancar, kental dan kotor, memperkuat ginjal, serta mengurangi reaksi inflamasi (pembengkakan) pada persendianpersendian tubuh. Khusus untuk Reumatik, metode pengobatan Totok Jari Nei Gong ini paling cocok dikombinasikan dengan penggunaan Wood Vinegar Mix BalsemTM. Cara pakainya adalah dioleskan langsung secukupnya pada daerah persendian dan otot yang nyeri.
Ilustrasi penderita insomnia
Proses pembuatan “Wood Vinegar” yang terkandung di dalam balsem ini adalah penemuan dari Sinshe Ho Hartono Wibowo dengan nomor Paten ID P0025528, dan merupakan bahan yang sangat baik untuk mengurangi reaksi inflamasi serta membantu mengeluarkan toksintoksin di area tubuh yang sakit melalui pori-pori kulit. Kandungan Wood Vinegar ini juga dapat menetralisir asam urat dan menghancurkan kristal asam urat (purin) yang terdeposit di sekitar persendian-persendian tubuh manusia, sehingga sangat cocok bila digunakan oleh penderita Arthritis Gout, dan orang-orang yang sering mengalami pegal-linu akibat pembentukan asam laktat yang berlebihan pada otot-ototnya.
Wood Vinegar Mix BalsemTM
Wood Vinegar Mix BalsemTM sudah terdaftar di BPOM RI dengan nomor POM QD 093708451, dan sangat aman dipergunakan bagi pasien reumatik tanpa menimbulkan efek samping bagi organ ginjal dan lambung seperti halnya pada penggunaan obat-obatan kimiawi. Sejak tahun 2009, sudah banyak pasien reumatik yang merasakan faedah dan keampuhan dari salep Wood Vinegar Mix BalsemTM ini.
Untuk keterangan maupun konsultasi lebih lanjut:
id_IDIndonesian